KEJUTAN NALURI

Rabu, 02 januari 2013
20.30 

Waktu itu, saya kelelahan setelah bergelut dengan waktu dalam  aktifitas rutin saya sehari-hari. singkat waktu saya sudah tidak kuat lagi bergerak. Tanpa disadari tiba-tiba ada yang menelepon ke hp saya. Kemudian saya angkat teleponnya.

"Hallo Assalamualikum !!
Dengan nada seperti orang yang panik dan tergesa-gesa "Waalaikumsalam, Nak, gimana kabarnya, sehat ??
"alahamdulillah sehat, ada apa mah ??
"Nak, kamu harus segera pulang, penting, ini menyangkut kamu kedepannya". Nada suara yang sangat cemas karena waktu yang mendesak.
"Sebentar mah, ada apa ?? tenang dulu, biar ngerti apa masalahnya".
"ada beberapa persyaratan yang harus segera di penuhi, dalam waktu dekat berkasnya semua akan di bawa ke jakarta. Mau tidak mau harus di penuhi, soalnya ini peluang emas tidak akan datang dua kali. Tegas seorang ibiu kepada anaknya.
"iya apa persyaratannya ??
"Ijazah SMA, kamu harus pinjam ijazah asli yang waktu dulu di kasihkan ke kampus sebagai persyaratan masuk."
"Oke !! mah, tapi nggak bisa janji satu hari langsung bisa diterima. Kampus sekarang agak ribet harus melalui  proses segala macam yang harus dilalui." Penyesalan yang amat dalam.
" iya pokok nya harus di bawa pulang secepatnya".

Singkat cerita. Saya berfikir jangan-jangan persyaratan yang di bilang tadi adalah persyaratan yang sejak tempo dulu sangat di cemaskan oleh kedua orang tua saya. Karena tidak sedikit orang yang pingin masuk dan mendapatkannya, bahkan sampai nangis gimana caranya supaya bisa. 
Hati saya berkata. Sungguh ini bertolak belakang dengan keinginan saya selama ini. Tapi, gak apalah untuk sementara bisa menenangkan perasaan kedua orang tua saya. Kemudian saya bagaimana supaya bisa mendapatkan semua persyaratan dengan alokasi waktu dan tempat yang relatif cukup jauh dengan jarak sekarang.

Akhirnya, setelah 3 hari saya berusaha keras memenuhi persyaratan yang saya bisa penuhi disertai pengamatan  saya untuk  pemberangkatan pulang selesai sudah. Dengan berat hati saya putuskan naik kereta yang malamnya berangkat, MALABAR kelas bisnis dengan harga Rp.245 ribu. Huh !! kalo tidak mendadak seperti ini saya nggak mungkin melakukan seperti ini. Semoga di akhir nanti bisa memetik hasilnya.

Padahal waktu hari H pemberangkatan, sungguh hari yang sangat lelah. Mulai dari bangun tidur sampai malamnya naik kereta saya terus di kejar oleh waktu yang tidak bisa di maju mundurkan lagi. Periksa ke dokter, antri pembayaran, macet, jarak yang jauh, tiket, kuliah sarjana, kuliah profesi, masalah laptop, semuanya selesai dalam satu hari. Huh !! rasanya perjuangan memang harus ada yang menyemangati. Ntah itu siapa, yang jelas dia bisa menerima apa adanya, kalo memang jodo kenapa harus dijauhi.






Enter your email address:

dapatkan artikel terbaru dari kamiNews

0 komentar:

Posting Komentar