Diriku, Lingkungan, dan Keinginan

Ahad, 18 November 2012
19.00
Sribitan, Bangunjwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.


Tak terasa waktu terus cepat berlalu. Sekian lama tidak posting ternyata laman blog saya sama seperti dulu, tidak ada yang komen apalagi yang mengikuti. Waktu itu saya posting bulan januari 2012, baru bisa sekarang saya posting lagi. Lama banget ya nggak posting :). Semua ini bermula dari kemalasan yang akut yang selalu datang pada diri ini setiap waktu. Padahal saya sudah tidak kuat dengan kondisi seperti ini, karena membuat hari-hari saya berantakan dibuatnya. Mulai rencana yang mateng, deadline yang seharusnya beres, pekerjaan yang banyak semuanya jadi tertunda-tunda.

Whoooooooooooooooooy !!! saya ingin teriak sekeras-kerasnya, saya ingin keluar dari zona yang tidak nyaman ini, tolong sayaaaaaaaaaaaa. hah -_-. Capek rasanya kalo setiap hari terus dalam kondisi seperti itu. 
Dengan kondsi yang seperti itu saya mencoba memotivasi saya sendiri dengan baca buku yang menurut saya sangat berrarti. Namun, itu hanya mampu meredam beberapa hari saja. Kemudian saya mencoba mengingat ualng suatu kata yang sangat dalam maknanya. Biasanya orang santri menyebutnya sebagai Mahfudhot. Kumpulan kata mutiara yang indah bahasanya mendalam artinya. Akhirnya, saya mencari kalimat itu dan ketemu.

"Ijhad wala taksal wala taku ghofilan fanadamatu al-’uqba liman yatakassal". Artinya, Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermalas-malasan dan jangan pula lengah karena penyesalan akibat itu bagi orang yang bermalas-malasan. Subhanalloh, banyak orang yang posting dan mengupdate statusnya seperti itu membuat saya berualang-ulang mencarinya karena saya kebanyakan lupa, padahal 6 tahun yang silam saya hafal sampai artinya bahakan satu buku yang isinya kumpulan mahfudhot semua. 

Setelah kata itu ketemu, fikiran saya muai lancar bak air yang tersumbat kemudian terbuka, plong rasanya. Oh, ya !! kenapa saya terus begini padahal dampaknya sudah tau begitu. Saya coba dengan sekuat tenaga untuk keluar dari zona yang tidak nyaaaaaaaaaaaman yang terus bersemayam dalam diri ini. Tapi, syaitan, godaan terus menggoda diri ini agar terus dalam zona itu. Apa yang harus saya perbuat ya Allah. "Aku hanya berlindung kepadamu dari godaan syaitan yang terkutuk dan Iblis yang jahat". 

Sekilas info
19.24

Disaat temen-temenku di kontrakan sedang kelaparan di tambah kondisi hujan yang menyelimuti keadaan sekitar. Mereka lupa masih ada nasi di dapur. Seorang temen saya bertanya. " boleh pinjem kunci nggak ?? buat apa hujan begini..... beli nasi lapeeeer  !!!. apa kan masih da nasi di belakang. Wah !! masa serentak  dia ke dapur ngecek nasi. Waaaah bener ada. Tapi, lauknya apa ??.... ada yang punya mieeee. Akhirnya semua temen ikut -ikutan masak mie di tambah nasi sisa pemberian mba putri.
" Thanks for all, The joy, The time, in the good bad"
Selamat makan !!!








Enter your email address:

dapatkan artikel terbaru dari kamiNews