.. "DI BALIK TIPISNYA AKAL WANITA" ...

Kamis, 06 Desember 2012
Bantul


Jangankan lelaki biasa, seorang Nabi pun akan merasakan kesunyian tanpa hadirnya seorang wanita di sampingnya. Tanpa wanita, pikiran dan perasaan lelaki akan mersakan kegelisahan. Akan halnya Nabi Adam yang masih membutuhkan hadirnya seorang wanita walaupun di dalam Surga telah tersedia segalanya. Namun tetap saja Nabi Adam tetap merindukan Siti Hawa.

Wan
ita memang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Tugas lelaki-lah untuk meluruskannya. Maka luruskanlah wanita itu dengan cara yang baik. Dengan jalan yang ditunjuk oleh Allah. Karena mereka memang diciptakan sebegitu rupa. Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya.

Jangan mencoba memanjakan mereka dengan harta.
Karena nantinya mereka akan menjadi lupa segalanya.

Jangan hibur mereka dengan kecantikan semata.
Karena nantinya mereka akan menderita.

Kenalkan mereka kepada Allah. Kenalkan mereka kepada Dzat yang kekal. Karena di situlah sebenarnya letak puncak kekuatan dan keindahan dunia.

Akal wanita yang setipis rambutnya.
Maka tebalkan ia dengan ilmu.

Hati wanita yang serapuh kaca.
Maka kuatkan ia dengan iman.

Perasaan wanita yang selembut sutera.
Maka tuntunlah ia dengan akhlak mulia.

Suburkanlah ia, karena dari situlah nantinya mereka akan melihat nilai keadilan Rabb-Nya. Bisikkan pada telinga mereka bahwa kelembutan bukanlah suatu kelemahannya. Bukan pula bentuk diskriminasi Allah terhadap wanita. Akan tetapi sebaliknya disitulah bukti kasih sayang Allah terhadapnya.

Wanita yang lupa akan hakikat kejadiannya pasti tidak akan terhibur dan tidak akan menghiburkan. Tanpa iman, ilmu dan akhlak mulia mereka tidak akan pernah lurus. Bahkan bisa jadi akan semakin membengkok. Itulah yang akan terjadi jika wanita tidak dikenalkap kepada Rabbnya.

Untuk lelaki juga jangan hanya mengharapkan ketaatan wanita semata. Tapi berilah ia suri tauladan dengan sikap kepemimpinan yang bisa dijadikan contoh.

Pastikan sebelum meminta wanita menuju ke jalan-Nya. Pimpinlah diri sendiri terlebih dahulu menuju kepada-Nya. Jinakkan diri sendiri terlebih dahulu kepada Allah. Niscaya akan jinaklah wanita dibawah kepemimpinanmu.

Pepatah Barkata: "Jangan mengharapkan mempunyai isteri semulia Fatimah jika dirimu tidak sehebat Ali bin Abi Thalib."

Semoga Bermanfaat.

Enter your email address:

dapatkan artikel terbaru dari kamiNews

Diriku, Lingkungan, dan Keinginan

Ahad, 18 November 2012
19.00
Sribitan, Bangunjwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.


Tak terasa waktu terus cepat berlalu. Sekian lama tidak posting ternyata laman blog saya sama seperti dulu, tidak ada yang komen apalagi yang mengikuti. Waktu itu saya posting bulan januari 2012, baru bisa sekarang saya posting lagi. Lama banget ya nggak posting :). Semua ini bermula dari kemalasan yang akut yang selalu datang pada diri ini setiap waktu. Padahal saya sudah tidak kuat dengan kondisi seperti ini, karena membuat hari-hari saya berantakan dibuatnya. Mulai rencana yang mateng, deadline yang seharusnya beres, pekerjaan yang banyak semuanya jadi tertunda-tunda.

Whoooooooooooooooooy !!! saya ingin teriak sekeras-kerasnya, saya ingin keluar dari zona yang tidak nyaman ini, tolong sayaaaaaaaaaaaa. hah -_-. Capek rasanya kalo setiap hari terus dalam kondisi seperti itu. 
Dengan kondsi yang seperti itu saya mencoba memotivasi saya sendiri dengan baca buku yang menurut saya sangat berrarti. Namun, itu hanya mampu meredam beberapa hari saja. Kemudian saya mencoba mengingat ualng suatu kata yang sangat dalam maknanya. Biasanya orang santri menyebutnya sebagai Mahfudhot. Kumpulan kata mutiara yang indah bahasanya mendalam artinya. Akhirnya, saya mencari kalimat itu dan ketemu.

"Ijhad wala taksal wala taku ghofilan fanadamatu al-’uqba liman yatakassal". Artinya, Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermalas-malasan dan jangan pula lengah karena penyesalan akibat itu bagi orang yang bermalas-malasan. Subhanalloh, banyak orang yang posting dan mengupdate statusnya seperti itu membuat saya berualang-ulang mencarinya karena saya kebanyakan lupa, padahal 6 tahun yang silam saya hafal sampai artinya bahakan satu buku yang isinya kumpulan mahfudhot semua. 

Setelah kata itu ketemu, fikiran saya muai lancar bak air yang tersumbat kemudian terbuka, plong rasanya. Oh, ya !! kenapa saya terus begini padahal dampaknya sudah tau begitu. Saya coba dengan sekuat tenaga untuk keluar dari zona yang tidak nyaaaaaaaaaaaman yang terus bersemayam dalam diri ini. Tapi, syaitan, godaan terus menggoda diri ini agar terus dalam zona itu. Apa yang harus saya perbuat ya Allah. "Aku hanya berlindung kepadamu dari godaan syaitan yang terkutuk dan Iblis yang jahat". 

Sekilas info
19.24

Disaat temen-temenku di kontrakan sedang kelaparan di tambah kondisi hujan yang menyelimuti keadaan sekitar. Mereka lupa masih ada nasi di dapur. Seorang temen saya bertanya. " boleh pinjem kunci nggak ?? buat apa hujan begini..... beli nasi lapeeeer  !!!. apa kan masih da nasi di belakang. Wah !! masa serentak  dia ke dapur ngecek nasi. Waaaah bener ada. Tapi, lauknya apa ??.... ada yang punya mieeee. Akhirnya semua temen ikut -ikutan masak mie di tambah nasi sisa pemberian mba putri.
" Thanks for all, The joy, The time, in the good bad"
Selamat makan !!!








Enter your email address:

dapatkan artikel terbaru dari kamiNews

Pudarnya Pesona Jiwa

Rabu, 18 Januari 2012
16.45
         Sekian lama ku menunggu, sekian lama pula diri ini digandrungi kegelisahan. Tapi, hal ini  membuat diriku tersiksa dan hanya menunggu harapan yang tidak mungkin. Sungguh ketika mendengar berita itu syaraf-syarafku langsung kaku, badanku terasa lemas dan tak bertenaga. Benarkah apa yang di katakan teman-temanku bahwa hati dia telah di ambil orang. Ternyata benar apa kata teman saya, bahwa hati dia telah di ambil orang dan sebentar lagi akan terjadi peristiwa yang tak akan terlupakan dalam hidupnya. 
         Berbicara soal cinta memang tidak ada orang yang pasti tau bagaimana keadaan cinta itu sendiri, karena cinta hanya bisa diketahui oleh sang pemilik jiwanya. Belakangan memang banyak orang yang terkena penyakit "Malarindu" khususnya teman-teman saya. Jika tidak ada yang dirindukan rasanya gimanaaaa.... gituh!! katanya. Tapi, tidak tau faktanya, karena saya bilang tadi, bahwa cinta hanya bisa di ketahui oleh jiwanya sendiri, tidak ada yang tau apa yang sebenarnya dirasakan.
          Wajar, sejatinya manusia yang telah dianugrahi sang pencipta yaitu akal, pikiran dan perasaan sebagai naluriah kemanusiaan yang berbeda dengan yang lainnya. Maka normal sebagai manusia jika suatu saat memiliki ketertarikan dengan lawan jenisnya, karena sudah menjadi fitrahnya manusia sejak nabi Adam as. Dalam Al-Quran Allah memerintahkan kepada kita semua untuk saling mengenal antar sesama. Tidak ada rasa keegoisan


Enter your email address:

dapatkan artikel terbaru dari kamiNews